March 23, 2016

Tawakkal


Imam al-Ghazali ; "Tawakkal ialah menyandarkan kepada Allah swt tatkala menghadapi suatu kepentingan, bersandar kepadaNya dalam waktu kesukaran, teguh hati tatkala ditimpa bencana disertai jiwa yang tenang dan hati yang tenteram.

                Urusan rezeki terutama tentang cara memperolehnya memang dipengaruhi usaha kita, dan jika orang lain berjalan di titian yang sama kemudian ia memperoleh hasil lebih baik, apakah pantas jika kita berbuat aniaya karenanya?
Ketika usaha telah dilakukan dengan maksimal ,sebaik yang kita mampu ,tawakkal ialah penyempurnanya.
Dengan berserah diri maka ikhlas pasti akan turut serta dibelakangnya.
Lalu kenapa harus merasa tersaingi? Bukankah Allah takkan salah membagi rezeki? Jangan khawatir. Sebab urusan rezeki sudah dijamin pasti oleh Allah.
Yang lebih patut kita khawatirkan adalah kemana tempat berlabuh setelah kematian?
Kita bukan rasul yang dijamin surga. Kita hanya hamba yang sering lupa bagaimana menjadi hamba. Melupakan tawakkal setelah usaha, lalu terjerumus perbuatan aniaya, dari sisi mana Allah akan cinta? Bukankah mengkhawatirkan sesuatu yang telah dijamin juga berarti meragukan keMahaKuasaan-Nya? Apakah dengan rezeki orang lain yang dilebihkan atas kita lantas kita sangsi akan sifat Rahman dan Rahim-Nya?

Kita ini, apakah diam-diam sedang diserang penyakit hati?

//tulisan ini dibuat ketika hampir semua media informasi membahas tentang pelaku usaha moda transportasi konvensional yang harus berdampingan dengan teknologi, juga saat telepon seluler saya jadi semakin “lucu” serta salah satu upaya memulihkan semangat setelah huruf itu tertera di artpaper 150gr minggu lalu//

xoxo,
anggi
               

No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.