Ada yang sudah merasa lebih baik
ketika ditinggal pergi, dan akan berkali lipat lebih baik lagi, jika tak ada
yang berpikir untuk kembali, karena memperbaiki sesuatu tak selalu berarti
kembali.
Sudah berkali-kali.
Datang. Pergi.
Datang lagi. Pergi lagi.
Datang lagi lagi. Pergi lagi lagi.
Ketika seseorang sadar akan kesalahannya
maka tak ada pilihan lain selain berhenti. Memberi kesempatan yang sama
berulang kali bukanlah bingkisan menarik bagi yang bersembunyi dibalik topeng. Selama
ini kau kenal betul dia lewat topengnya. Namun sayang, topengnya ada seribu dan
kau hanya kenal satu. Bagaimana mungkin kau tak tertipu?
Panggung kosong,
kelambu sudah ditutup rapat. Sekarang sudah saatnya dia pergi. Menyudahi operet
panjang yang melemahkanmu. Mengakhiri riuh ramainya pesta atas aliran air di
pelupuk matamu. Menghentikan segala tanya yang berdansa di langit-langit
kamarmu. Dan pada akhirnya menutup lembar-lembar kisah ini bukan dengan akhir
bahagia seperti dongeng cinderella.
Kini kamu berhak menentukan siapa
yang hanya boleh bicara tanpa bisa menuntut didengar suaranya, karena kamu
berhak melindungi dirimu. Lagi.
xoxo,
anggi
No comments:
Post a Comment
Note: only a member of this blog may post a comment.