March 13, 2016

Epilog



Ada yang sudah merasa lebih baik ketika ditinggal pergi, dan akan berkali lipat lebih baik lagi, jika tak ada yang berpikir untuk kembali, karena memperbaiki sesuatu tak selalu berarti kembali.

Sudah berkali-kali.

Datang. Pergi.

Datang lagi. Pergi lagi.

Datang lagi lagi. Pergi lagi lagi.

Ketika seseorang sadar akan kesalahannya maka tak ada pilihan lain selain berhenti. Memberi kesempatan yang sama berulang kali bukanlah bingkisan menarik bagi yang bersembunyi dibalik topeng. Selama ini kau kenal betul dia lewat topengnya. Namun sayang, topengnya ada seribu dan kau hanya kenal satu. Bagaimana mungkin kau tak tertipu?


Panggung kosong, kelambu sudah ditutup rapat. Sekarang sudah saatnya dia pergi. Menyudahi operet panjang yang melemahkanmu. Mengakhiri riuh ramainya pesta atas aliran air di pelupuk matamu. Menghentikan segala tanya yang berdansa di langit-langit kamarmu. Dan pada akhirnya menutup lembar-lembar kisah ini bukan dengan akhir bahagia seperti dongeng cinderella.


Kini kamu berhak menentukan siapa yang hanya boleh bicara tanpa bisa menuntut didengar suaranya, karena kamu berhak melindungi dirimu. Lagi.

xoxo,
anggi

No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.