March 09, 2016

Menjadi cantik

Beberapa waktu yang lalu seorang teman mengungkapkan sesuatu yang berhasil membuat postingan ini akhirnya muncul disini.
Juga karena kemarin saya nonton ini di youtube.
Hal kecil yang sering menghinggapi perempuan.
Menjadi cantik.


Sebenarnya ketika kita berpikir untuk menjadi cantik, apa tujuan kita dengan hal itu?
Sebagian menjawab karena ingin merasa dicintai, sedang yang lainnya menganggap dengan menjadi cantik maka hidupnya akan seratus kali lipat lebih mudah.
Karena dengan logika sederhana siapa yang tak suka melihat perempuan cantik didekatnya.
Mungkinkah hidup bahagia hanya dengan menjadi cantik saja?
Mungkin iya. Karena semua perempuan cantik terlihat selalu bahagia dan mendapat setiap keinginannya dengan mudah, ya?
Tapi bisa juga tidak, sebab setelahnya tak cukup sekedar cantik saja. Lebih dari itu kita butuh punya kepribadian yang baik.
Sebenarnya kita hanya perlu menjadi sederhana, menampilkan sosok dalam diri kita dengan jujur.
Melihat suatu hal dari perspektif yang berbeda. Ketika kita ingin merasa dicintai maka lihatlah orang2 terdekatmu yang tiada pernah sedetikpun menghentikan limpahan kasih sayangnya padamu, dengan apapun kondisimu saat ini.
Lalu sebenarnya perhatian siapa yang hendak kamu curi dengan menjadi cantik?
Perhatian siapa? :)))
Lagipula seperti pesan dalam film pendek itu, “because after this, we will fall in each other’s orbit” ehehe.
Jika kita ingin hidup kita lebih mudah, cobalah berhenti fokus pada kebahagiaan dan hidup orang lain lalu mulailah menciptakan bahagiamu sendiri. Sebab, Allah-pun tak pernah menghendaki kesulitan bagi hambanya.Jadi jangan memikirkan sesuatu yang belum terjadi dengan mengorbankan lebih dari separuh kapasitas berpikirmu, karena jika hal itu akan terjadi maka pastilah terwujud suatu hari nanti.
Karena rasa-rasanya untuk merasa bahagia tak perlu menjadi cantik.
Seperti buku-buku di perpustakaan, meski lusuh sampulnya tapi tak pernah berhenti bermanfaat karena isi di dalamnya. Tak peduli betapa menyedihkan tampilan luarnya buku itu akan selalu jadi harta karun bagi yang butuh materi didalamnya. (sekalipun analogi ini nampaknya terlalu dangkal karena ya…saya lagi pilek)

Mungkin tidak semua yang membaca ini akan setuju, karena…
Hei, bukankah sebaik apapun kita dan bahkan setelah secantik apapun kita, akan tetap ada pihak yang kontra? :))))
Ya! Sebab hidup ini tak sepenuhnya sesuai kemauan, kita hanya sanggup menjadi sosok terbaik yang kita bisa, tentang orang lain menyukainya atau tidak itu diluar kendali tangan kita.

Hatchim!
anggi

No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.