October 19, 2019

seminggu di jakarta.

mengemas barang,
berpindah dari kota satu ke kota lainnya,
menyelami kemacetan di sisi lain pulau jawa,
di tempat dimana umumnya merasa sama sekali bukan jawa.

porter stasiun yang baik hati,
pengemudi taksi yang baik hati,
pemilik kos yang baik hati,
meski tak pernah diantar orang tua dalam setiap fase perpindahan ke kota baru,
kebaikan orang di sekelilingku pasti berasal dari doa tulus ibu bapakku.

kadang,
ingin rasanya diantar kedua orang tua di stasiun,
seperti anak lainnya.

akupun berdoa sepanjang jalan,
agar terus dipertemukan dengan hati-hati baik,
menulis lebih banyak,
mengimbangi kapasitas ingatan yang terbatas,
mencuci lebih sering,
membeli berbagai wewangian,
sabun, parfum, pengharum ruangan.

jakarta,
yang ramai dan tak sekalipun tidur,
panasnya sesak

surabaya,
yang ramai dan tak pernah nyenyak,
panasnya menusuk

kembali berjalan seperti ketika tiba di surabaya,
kembali menumbuhkan keberanian,
tapi tetap sendiri dan menangis,
melihat ketidakberuntungan di kanan kiri, di setiap sudut kota ini.

semoga di jakarta aku bertumbuh jadi manfaat dan bahagia untuk sekelilingku.
semoga aku tidak hanya sekedar menangisi keadaan,
semoga aku mampu menjadi perantara bahagia mereka atas doa yang dikabulkan Tuhan.

sakit di telingaku muncul lagi saat menulis ini,
mungkin aku harus segera menyudahinya,
aku permisi menangis dulu ya.

jangan lupa bersyukur! 

No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.