dulu jauh belum masuk kampus almamater, saya rajin menuliskan mimpi-mimpi yang ingin dicapai, mulai yang kecil sampai yang agak mustahil tercapai.
semakin dewasa rasanya semakin ingin jadi realistis saja, mengikuti alur dan tidak terlalu ambisius mengejar sesuatu.
lalu hari ini, hmm belakangan ini maksudnya, mulai sadar.
kenapa tidak?
toh mimpi itu gratis kan? lagipula bukannya sudah sering juga menertawai mimpi-mimpi yang gagal atau belum tercapai?
di sisi lain juga sering pula terkagum-kagum pada kenyataan yang luar biasa sekali hingga rencana dan mimpi yang dianggap hanya khayalan level teenlit ternyata bisa juga jadi nyata.
kenapa saya yang hari ini tidak berani lagi menulis mimpi-mimpi untuk masa depan?
apa sudah lelah ditampar kenyataan?
dengan atau tanpa catatan itupun akan selalu ada kemungkinan disapa kenyataan pahit, iya kan?
jadi,
kenapa tidak menulis lagi?
tulis saja, jika sering terbaca mungkin lama-lama akan jadi sugesti positif agar diri berusaha lebih keras lagi, berdoa lebih sering lagi, memberi lebih tulus lagi.
jangan takut ya.
kamu akan baik-baik saja, dengan atau tanpa mimpi yang jadi nyata.
kamu boleh bermimpi,
kamu boleh menulis apapun yang kamu ingin,
dan kamu juga boleh berharap untuk tetap baik-baik saja ketika semua belum terjadi.
masih ingat kan bait doa yang diulang-ulang saat sma?
"ya Allah mohon ampunkan dosaku dan dosa kedua orangtua ku, kasihanilah mereka sebagaimana mereka mengasihiku, ya Allah, aku percaya janji-Mu nyata, kuasa-Mu tak terbatas dan Engkau selalu punya cara. semoga setiap langkah selalu diiringi ridho-Mu, ya Allah mohon ampunkan dosaku dan orang-orang yang menyakitiku, semoga aku tidak melakukan hal yang sama seperti mereka. ya Allah perkenankanlah doaku."
mari kembali bermimpi dan mengusahakannya (lagi)!
semakin dewasa rasanya semakin ingin jadi realistis saja, mengikuti alur dan tidak terlalu ambisius mengejar sesuatu.
lalu hari ini, hmm belakangan ini maksudnya, mulai sadar.
kenapa tidak?
toh mimpi itu gratis kan? lagipula bukannya sudah sering juga menertawai mimpi-mimpi yang gagal atau belum tercapai?
di sisi lain juga sering pula terkagum-kagum pada kenyataan yang luar biasa sekali hingga rencana dan mimpi yang dianggap hanya khayalan level teenlit ternyata bisa juga jadi nyata.
kenapa saya yang hari ini tidak berani lagi menulis mimpi-mimpi untuk masa depan?
apa sudah lelah ditampar kenyataan?
dengan atau tanpa catatan itupun akan selalu ada kemungkinan disapa kenyataan pahit, iya kan?
jadi,
kenapa tidak menulis lagi?
tulis saja, jika sering terbaca mungkin lama-lama akan jadi sugesti positif agar diri berusaha lebih keras lagi, berdoa lebih sering lagi, memberi lebih tulus lagi.
jangan takut ya.
kamu akan baik-baik saja, dengan atau tanpa mimpi yang jadi nyata.
kamu boleh bermimpi,
kamu boleh menulis apapun yang kamu ingin,
dan kamu juga boleh berharap untuk tetap baik-baik saja ketika semua belum terjadi.
masih ingat kan bait doa yang diulang-ulang saat sma?
"ya Allah mohon ampunkan dosaku dan dosa kedua orangtua ku, kasihanilah mereka sebagaimana mereka mengasihiku, ya Allah, aku percaya janji-Mu nyata, kuasa-Mu tak terbatas dan Engkau selalu punya cara. semoga setiap langkah selalu diiringi ridho-Mu, ya Allah mohon ampunkan dosaku dan orang-orang yang menyakitiku, semoga aku tidak melakukan hal yang sama seperti mereka. ya Allah perkenankanlah doaku."
mari kembali bermimpi dan mengusahakannya (lagi)!
No comments:
Post a Comment
Note: only a member of this blog may post a comment.