Selamat akhir pekaaaaaaaaaan ^-^
Yay menghirup napas dalam-dalam, menikmati weekend (yang
seolah) tanpa tugas
Huhu padahal ya ada tapi ngerjainnya pake jurus mager dan
diselingi tawa-tawa gapenting, ah sungguh selo hidupmu, semoga selamat sentosa
ya /ngaca/ :3
Haphap aku mau bahas soal perempuan lagi nih ,hm jadi
beberapa kali aku sering liat di timeline twitter /anaktwitterbanget/ ,ask.fm,
fb juga sih, orang2 pengertian yang (mencoba) mengingatkan pada kebaikan, ehem
tapi dengan berbagai rupa cara. Mulai dari yang menyentuh hati /eaaak/ sampai
yang menggelikan bahkan menjengkelkan.
Mengingatkan dalam hal apa?
Pakaian perempuan :)
Hehehe jangan keburu close tab ya, aku nulis disini buat
nyampein isi kepala ,no judge, insyaAllah :)
Jadi aku sedih , sedih pol liat beberapa tweet/ask/status
yang maksudnya sih menjelaskan hukum berjilbab bagi perempuan, tapi pake
kata-kata yang menyinggung, bikin sedih yang baca. Pun sampai bawa kosakata
kebun binatang, apalah, bukankah Rasul kita tak pernah memberi tauladan seperti
itu, teman? :))
Ada 3 hal yang biasanya jadi bahasan yang sensitif soal
perempuan dan pakaiannya:
1. I’m in a progress
Oiya sambil sama2 belajar , jadi ayo baca
dulu perbedaannya /jengjengjeng/
Hijab : sesuatu pembatas atau aling-aling
yang menutup aurat. Secara umum bisa dimaknai sebagai pembatas, ex: kelambu,
papan pembatas dll
Jilbab : busana muslim terusan panjang yang
menutupi seluruh badan kecuali muka dan telapak tangan.
Khimar : penutup kepala yang menutup
seluruh kepala kecuali muka dan terulur hingga dada.
Kerudung : penutup kepala ,namun biasanya
hanya diikat sampai leher, tidak diulurkan hingga menutup dada.
Perempuan yang belum mengenakan jilbab dan
hijab bukan berarti tidak berbudi baik.
Janganlah terburu-buru melabeli mereka
dengan macam-macam kata yang tak pantas.
Setiap perempuan sejatinya sedang ada dalam
proses yang hanya ia dan TuhanNya yang tahu, Mereka sedang berusaha menjemput
Hidayah, memantapkan hati dan meluruskan niat.
Tugas kita sebagai saudara sesama muslim
hanyalah saling mengingatkan dan mengajak pada kebaikan.
Nah
tapi dengan cara yang baik dan lemah
lembut.
Jadi begini, teman-teman cantikku :) mungkin mengenakan
jilbab memang terlihat berat, panas, dan kurang praktis.
Rambut indahmu tak bisa tergerai dengan bebas,iya,
tapi memang mahkota yang seindah itu
harusnya kita simpan, tak kita perlihatkan.
Baju panjang akan membuatmu gerah, iya, tapi takkan sebanding dengan gerahnya
padang mahsyar yang telah dikabarkan matahari sejengkal diatas kepala, belum
lagi kita sudah sama-sama paham tentang tempat bagi pemilik catatan yang amalnya
lebih berat di sebelah kiri.
Jilbab tak membuat aktivitas dan pekerjaan
terhambat, sungguh tidak.
Tanya google tentang prestasi perempuan
berjilbab ,maka akan dijelaskannya betapa
jilbab hanya menutup aurat namun tak pernah menutup diri kita dari prestasi dan
dunia luar.
Dan Maha Besar Allah yang selalu punya
alasan dibalik semuanya, alasan yang begitu amat mulia.
Jilbab akan membuat kita terjaga, mudah
dikenali sebagai seorang muslim tentunya.
Lalu apa untungnya? Tanpa jilbab pun aku
terjaga dan orang pun mengenalku.
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu
dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke
seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah
untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzaab: 59)
Hm ya, bisa jadi begitu, namun insyaAllah
dengan Jilbab akan sedikit demi sedikit berkurang siulan nakal yang mampir
ketika kamu lewat di jalanan ramai, akan berkurang pula mata yang memandangimu
dengan nafsu.
Dan jika orang tahu kamu seorang muslim,
Bisa jadi ketika kamu ada di tempat baru
dan ingin makan di suatu tempat tiba-tiba ada yang dengan lembut berkata “kalau
mau makanan halal di tempat seberang saja, mbak”
Atau dilain waktu ketika dalam perjalanan
dan tiba waktu berbuka puasa akan ada senyum manis sembari berucap “sudah
maghrib, mari berbuka”
pun juga ketika temanmu yang non-muslim
tahu , dia mungkin2 saja akan dengan senang hati mengingatkan “hayo, sudah
waktunya sholat lho” ditengah kesibukan mengerjakan tugas bersama.
Selain itu ada bagian dari alasan Allah
yang paling membuatku leleh, hihi
Yaitu, kelak hanya akan ada seorang lelaki
non-mahram (kemudian jadi mahram setelah ijab-qobul) yang boleh melihat aurat seorang perempuan dari
ujung kaki sampai ujung rambut.
Bukankah akan jadi hadiah yang sangat
istimewa bagi si lelaki, jika ia sadar betapa beruntung bahwa selama ini ada
perempuan yang rela hati menjaga aurat mengikuti tuntunanNya sekaligus
mempersembahkan dirinya dalam keadaan belum
pernah-ada-yang-melihat-ku-seperti-ini-sebelum-engkau /:)))
Hadist ini pula yang sanggup menyentuh hati
dan membuatku menangis:
“Selangkah
anak perempuan keluar rumah tanpa menutup aurat,maka selangkah juga ayahnya itu
hampir ke neraka. Selangkah seorang istri keluar rumah tanpa menutup aurat,maka
selangkah juga suaminya itu hempir ke neraka” HR. Bukhari dan Muslim
Jadi, teman-teman cantikku , Allah
mewajibkan jilbab dengan maksud melindungi kita :)
Betapa Allah menyayangimu, menyayangi kita
semua sebagai perempuan.
Perempuan yang dimuliakan kedudukannya
dalam Islam, insyaAllah.
2. Sudah, tapi kok…
“Ah memang berjilbab, tapi kok kelakuannya
begitu. “
“Ah tapi kok jilboobs.”
“halah lepas pake gak jelas”
Ya, kalimat seperti diatas itu memang
sering kita jumpai.
Aku hanya menghela napas panjang tak mampu
menemukan kata untuk meluruskan ucap mereka, yang seperti ini memang sangat
sensitif.
Sejujurnya, aku tak suka dengan istilah
jilboobs yang beredar, istilah yang begitu menyudutkan, merendahkan perempuan.
Kemudian ada yang mengatakan bahwa julukan
seperti itu memang pantas disematkan padanya yang tak mengikuti syariat.
Hei hei, tuan nona, tak begitu cara
mengingatkan yang baik, bukan dengan menyakiti hati.
Hmmm…proses
seorang perempuan sampai ia memutuskan berjilbab itu panjang.
Dia
harus dengan rela meninggalkan model pakaian kesukaannya, tidak lagi bebas
mengenakan bandana dan jepit di rambut indahnya, bahkan juga harus jeli memilih
wewangian yang hanya boleh tercium oleh dirinya saja :)
Maka ketika kita menemui teman yang telah
berjibab namun masih belum sempurna, pahamilah bahwa dia juga manusia, yang
masih berproses.
Bisa jadi dia baru mulai membiasakan diri,
bisa jadi juga dia belum mengerti yang benar, nah inilah tugas kita untuk
saling mengingatkan, masih dan selalu
dan terus dengan cara yang baik dan lemah lembut.
3. Pasti aliran ini, nih!
Last but not least hehe, perempuan
berjilbab panjang dan berpakaian longgar.
Biasanya pandangan negatif muncul seiring
pemberitaan media yang mengekspos habis-habisan tentang ciri-ciri teroris yang
patut dicurigai, padahal sebelumnya, perempuan berjilbab panjang dan berpakaian
longgar tak pernah identik dengan hal itu.
Bahkan yang menyedihkan,
Perempuan seperti mereka sering disebut
aliran a, b, c.
Perempuan serupa mereka sering dilabeli
sesat bahkan oleh saudaranya sesama muslim.
Sungguh menyedihkan, bukankah memang
begitulah seharusnya pakaian perempuan muslim sesuai yang dijelaskan dalam
Al-Qur’an? :”)
Mengingatkan dengan cacian, mengumbar aib, mengkafirkan
saudaranya sendiri,
Cara milik siapa itu? Islam tak pernah
mengajarkan umatnya berlaku demikian.
Maka, hargailah setiap perempuan muslim, baik
dia seperti yang tersebut dalam nomor satu ,dua maupun tiga, pahamilah bahwa setiap dari kita
sedang menempuh proses perbaikan dirinya masing-masing :)))
Salam
hangat,
Anggi

No comments:
Post a Comment
Note: only a member of this blog may post a comment.