September 25, 2014

Kembali


Agustus tahun itu sangat berbeda
Kebahagiaan idul fitri diselingi duka
Sehari sebelum usiaku genap  16 tahun
Hal biasa memang
Pasti menghampiri tiap manusia
Ketika seseorang harus kembali ke asalnya

Jauh, sangat jauh
Takkan kembali
Tapi masih mungkin bertemu
Meskipun entah kapan 
Dan akan seperti apa suasananya

Panggilan itu datang
Hari itu tiba

Hanya saja, terasa sesak di dada ketika itu….
Panggilan pulang untuk
Bapakku….
Kalian tau bagaimana rasanya?
Kehilangan sosok yang meneduhkan dan penuh cinta
Sekaligus tameng pelindung yang perkasa
Aku, kami dan mungkin semua yang mengenalnya  kehilangan sosok itu
Bapak sudah kembali
Ya, Bapak memang harus kembali
Karena Beliau memang milik-Nya
(Aku, 12-12-2012)


Berlebihan(?) 
Ya bisa jadi
Karena tak semua yang membaca pernah mengalami hal yang sama
hmm...anyway, aku lebih suka menyebut "bapak sudah pulang" atau "bapak sudah kembali"
daripada mengatakan "bapak sudah pergi".
Kenapa?
Karena bapak memang hanya pulang, bukan pergi.
Menurutku, pergi itu tak tentu kapan akan kembali bertemu.
Berbeda dengan pulang, itu berarti masih akan ada kesempatan bertemu~
Beberapa kali bapak menemuiku dalam mimpi
Indah sekali
Meski tanpa sepatah kata
Itu sudah merupakan hadiah luar biasa 
Bahkan kalau bisa aku ingin setiap malam bapak datang dalam mimpiku
Aku sering tiba-tiba terdiam diiringi genangan air mata 
Melihat orang lain bersenda gurau dengan bapaknya
Aku sering menangis sembunyi-sembunyi di rumah
Hanya ingin melepas rindu pada bapak tanpa ibu harus tahu
Sebab akan lebih sesak ketika menyadari bahwa ibu juga merasakan kerinduan yang sama
Dan masih harus berusaha tegar dihadapan putri satu-satunya ini

Kupikir aku ini kuat, ternyata ketika rindu datang aku harus menahan tangis kuat-kuat
(sebagian tulisan ini diketik di hotspot area asrama sembari mencegah air mata mengalir, haha)


Teruntuk bapak yang hanya pulang
bapak yang tak pernah pergi

1 comment:

Note: only a member of this blog may post a comment.