September 23, 2014

Jadi... (part 2)

Hari pengumuman resmi kelulusan sekaligus wisuda.
Map sudah ditangan.
Buka sambil deg-degan.
Dan Jedaaaaaarr.
Ada nilai 2 ,ya DUA.
Rasanya sakit tapi kalah sama lega yang membuncah di dada.
Entah, disaat banyak tatapan iba, aku malah senyum-senyum tanpa beban.
Beberapa orang dekatku tau alasan kenapa tetap bahagia mendapat nilai yang menurut banyak orang itu aib.
Ya, nilai kecil yang merupakan sebagian cerminanku belajar selama ini.
Nilai kecil yang pantas diperoleh siswi pemuja sistem kebut semalam.
Meskipun sebenarnya bisa saja aku berteriak di muka mereka dengan suara lantang, aku punya kualitas langka dari nilai kecilku itu.
Tapi...
Untuk apa? toh aku melakukan itu bukan karena mereka.
Aku hanya ingin menjalani proses dengan baik.
Hasil akhir yang bagus itu bonus.
Meskipun hasil akhirku tak sepenuhnya bagus, tapi pasti ada bonus lain dari Sang Perencana.

Pengumuman SNMPTN.
Gagal.
Pupus harapan.
Nangis.
Kemudian aku sadar, kompilasi nilai rapor yang gak sepenuhnya "bersih"
Gak semua hasil belajarku. Ada nilai orang lain yang "kupinjam" disana.

Siap-siap SBMPTN dan UMDES.
Jujur, pilihan SBMPTNku samasekali bukan mauku.
Tapi tetep nekat.
Ngerjakan modal pede.
Beda SBMPTN, Beda lagi pas UMDES.
Suasana UMDES bikin gemeter banget, gedung robotika ITS penuh anak-anak yang mayoritas jago gambar.
Aku ngarep banget keterima lewat jalur reguler ini.
Tapi di sisi lain aku pesimis bisa lolos jadi 45 diantara 700an pendaftar.
Ngerjain gambar demi gambar dengan pikiran penuh harap.
Aku inget banget sebelum ngerjakan aku sms Ibuk minta doa restu~

Pengumuman SBMPTN dan UMDES di tanggal yang sama.
UMDES sekitar jam 2an.
SBMPTN jam 4.

Buka pengumuman UMDES dengan mulai memudarkan harapan~
Biar kalo ditolak gak sakit haha
dan muncul ini.






Terus SBMPTN nya apa kabar?
ga diterima haha, bersyukur.

Mungkin ini bonusnya.
Allah memang sangat sangat baik.
Aku hanya punya sedikit niat jadi lebih baik.
Tapi hadiahnya amat besar.
Aku tak selalu ada di jalan yang benar.
Namun peringatanNya tak pernah menyakitkan, selalu penuh kasih.
Semoga kesenangan ini tak melenakan.
Semoga aku sanggup menjaga tanggung jawab ini.

Berjuang memang pahit, sebab surga itu manis.

No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.