September 17, 2023
Obsesi pada yang Terkini
September 16, 2023
Kemenangan Semalam*
August 21, 2023
Bukan Sekadar Angka
Bagi saya dua puluh enam kemarin terasa amat singkat, sepertinya alasan utama mengapa demikian adalah saya terlalu sibuk mengejar checklist. Di usia itu, saya mulai bekerja di tempat baru, budaya dan lingkungan kerja yang berbeda. Mendaftar enam beasiswa di usia dua puluh enam dan semuanya gagal.
July 14, 2023
Bagaimana Rasanya Membaca Majalah Anak di Usia Dewasa?
Hai selamat datang di #BagaimanaRasanya vol. 7! Kali ini tentang nostalgia bacaan lama. Mungkin akan jadi tulisan yang lebih panjaaang dari biasanya (dan bisa jadi TMI juga).
![]() |
| Penampilan Bobo dari masa ke masa (Dokumentasi pribadi diolah dari: Majalah Bobo) |
![]() |
| Majalah Bobo edisi 50 tahun |
![]() |
| Bobo bertanda full color |
![]() |
| Rubrik Profil majalah Bobo no. 19, Agustus 2007 |
![]() |
| Potret Negeriku majalah Bobo no. 51, Maret 2007 |
![]() |
| Rubrik Halamanku majalah Bobo no. 51, Maret 2007 |
![]() |
| Rubrik Sayembara Bobo sebelum edisi full color |
![]() |
| Ilustrasi dengan goresan khas Uzie |
![]() |
| Silsilah Keluarga Bobo di Negeri Kelinci (Bobo Edisi 50 tahun) |
![]() |
| Penampilan Upik dulu dan kini. Wajar kan kalau dulu saya kira Upik itu laki-laki? haha (Dokumentasi pribadi diolah dari: Majalah Bobo) |
![]() |
| Header Ceritera dari Negeri Dongeng dari waktu ke waktu |
![]() |
| Nirmala dan Oki pada Bobo edisi tahun 2007 dan 2018 (dari kiri ke kanan) |
![]() |
| Bona, Rong-rong dan Boni dalam episode Kebun Mawar Merah Muda |
![]() |
| Bona dan Rong-rong ilustrasi Iwan Darmawan, Bobo 2005 |
![]() |
| Bona, Ola dan Kaka ilustrasi Adit, Bobo 2018 |
![]() |
| Ilustrasi cerita pilihan dengan ciri khas ilustratornya masing-masing |
![]() |
| Salah satu judul Kumpulan Cerpen Bobo: Sang Dirigen. |
![]() |
| Sisipan buku lipat dongeng, Maret 2007 |
May 12, 2023
Bagaimana Rasanya Cabut Gigi Bungsu?
Halo! Kembali di serial #BagaimanaRasanya. Kali ini saya akan menceritakan pengalaman mencabut gigi bungsu dengan BPJS Kesehatan. Sepertinya, riwayat pelayanan di JKN mobile saya melaju kencang jejaknya dua tahun ini. Betapa tidak, tahun lalu saya baru saja selesai PSA gigi. Proses panjang dan melelahkan dari bulan Juni-September setiap dua minggu sekali rutin ke RS. Tapi ya semuanya itu worth it dengan hasil yang dirasakan dan Rp.0,- untuk biaya perawatan WKWKWK.
1. Gejala Awal (Mulai tahun 2022)
Jadi, sejak tahun 2022 saat saya mulai PSA gigi geraham kanan, sebetulnya saya juga sering merasakan sakit di rahang-telinga dan migrain. Saya pikir itu karena si gigi yang saluran akarnya sedang dirawat. Tapi semakin lama ternyata yang sakit kok sisi sebelah kiri.
Jujur saja kalau dibanding dengan si geraham kanan yg dalam PSA itu, gigi bungsu kiri bawah ini lebih mengganggu sakitnya. Pernah ada satu malam saya tidur tak nyenyak dan terbangun beberapa kali karena sakitnya sungguh tak tertahan. Tapi anehnya (entah aneh atau memang begitu) sakitnya ini kambuhan. Bisa sangat mengganggu di satu malam tapi bisa seperti sehat-sehat saja di hari-hari yang lain. Biasanya saya pakai spray cooling 5 plus ketika rasa sakitnya mulai muncul. Sedikit membantu, sementara.
2. Tahapan Administrasi dengan BPJS
04/01 - kunjungan pertama (faskes 1): Saya menuju faskes 1 sesuai yang tertera di kartu BPJS, disana saya sampaikan keluhan dan disusul dengan pemeriksaan oleh dokter gigi yang bertugas. Setelah itu dokter menjelaskan bahwa gigi bungsu kiri saya harus segera dicabut supaya tidak menimbulkan sakit berkepanjangan. Selain itu kondisinya yang sudah setengah muncul juga sangat beresiko menjadi berlubang karena posisi dan kondisi yang tidak ideal. Kurang lebih begitu yang dijelaskan. Lalu saya diberi obat pereda nyeri dan anti inflamasi. Dokter menyarankan saya untuk mengatur jadwal dan kembali lagi untuk mengurus surat rujukan cabut gigi, karena prosesnya akan cukup panjang (karena antrian RS dan prosedur BPJS).
06/01 - kunjungan kedua (faskes 2): Dua hari setelah kunjungan pertama, saya kembali ke faskes 1 untuk mengurus surat rujukan ke RS. Diperiksa lagi oleh dokter yang bertugas, lalu diantar ke bagian administrasi dan menunggu surat rujukan terbit. Prosesnya dari datang, diperiksa dan administrasi kurang lebih sekitar satu jam.
16/01 - kunjungan kelima (RS rujukan): Di kunjungan kali ini saya datang ke ruangan dengan membawa hasil rontgen panoramic, setelah dokter menjelaskan kondisi gigi dan mengapa harus dicabut. Lalu beliau memberikan pilihan tanggal yang tersedia lalu saya memilih tanggal yang paling sesuai dengan jadwal dan kesediaan saya. Kunjungan ini yang paling singkat. Enam minggu lagi saya baru akan kembali ke RS untuk operasi.
02/03 - kunjungan keenam (RS rujukan): baca poin 3. Hari Operasi
08/03 - kunjungan ketujuh (RS rujukan): baca poin 4. Hari-hari Pemulihan
3. Hari Operasi
06:50 (waktunya Indonesia bagian Barat ygy): Pada tanggal operasi yang telah di jadwalkan, saya datang ke tempat pendaftaran biasanya, setelah itu mengurus surat masuk kamar rawat inap (walau nantinya tidak menginap). Membawa dokumen seperti biasa, surat dokter, kartu bpjs, kartu RS beserta fotokopinya. Sebelum masuk kamar rawat inap, saya ditimbang berat badan, diukur tekanan darah, rontgen dada dan diambil darahnya di lab. Suasana santai berubah jadi serius dan kata "operasi" terdengar lebih menakutkan saat saya harus memakai gelang identitas pasien. Saya pikir awalnya hanya seperti prosedur cabut gigi biasa di tempat praktek drg. Mengisi formulir rawat inap dan tindakan operasi juga terasa sangat serius. Sedikit ganjil menandatangani bagian penanggung jawab, sebab saya bertanggung jawab untuk diri sendiri karena memang berangkat sendiri akakakak.
07.51: Setelah itu diantar perawat masuk ke kamar rawat inap untuk menunggu operasi sesuai jadwal dokter. Kamarnya berisi dua bed kosong, setelah ditinggal perawat saya segera makan bekal dan salad buah yang dibeli di Indomaret sebelumnya (hahaha agenda rutin tiap berkunjung ke RS ini yaitu mampir beli salad buah di Indomaret sampingnya). Tidak lama kemudian, seorang pasien lagi masuk ke ruangan yang sama. Rupanya mbak tsb juga pasien impacted teeth sama seperti saya. Datang dari kota sebelah, naik kereta sendirian. Lumayan, ternyata yang datang operasi gigi sendirian tidak hanya saya. Ah! ini benar-benar kegiatan normal orang dewasa memang wkwkwkw.
10.50: Begitulah, dokter mengucap syukur karena proses berjalan lancar dan saya ditawari mau ambil giginya atau skip. YA JELAS SKIP DONGGG. Lalu boleh kembali ke kamar rawat inap. Belum boleh pulang karena harus tunggu waktu observasi 2 jam.
11.18: Tiba-tiba dapat makanan. Sungguh sedih karena sebenarnya lumayan enak laper tapi gusiku sepertinya tidak siap bekerja hahaha. Jadi yaaaaa, gak dimakan sampai diambil petugasnya lagi hehe. Sedih dikit.
![]() |
| Makanan RS yang sungguh menarik namun masih takut mengunyah. |
11:37: Dipanggil ke bagian administrasi bangsal, diberi obat dan surat kontrol.
13:47: Eh ternyata diluar hujan lalu jam segini baru bangun tidur, WKKWWK bahaya kok jadi nyenyak tidur pas hujan-hujan walau di RS. Setelah hujan reda, pulang deh khawatir dapet makanan sesi 2 ntar ga kemakan lagi (pede) :))
4. Hari-hari Pemulihan.
![]() |
| Makanan pertama yang dilahap setelah operasi. |
Hari-hari awal cukup sering makan bubur dan betah tidak ngemil (WAH). Makanan diatas itu nasi, wortel, tongkol dan tahu. Rasanya enak, walau mirip seperti tampilan di highlight resep MPASI teman-temanku. Tiga hari pasca operasi terpantau sudah makan nasi anget pakai pecek terong santen, guys akakaka. Tapi tetap #StayNganan #IStandOnTheRightSide alias bagian gigi kiri istirahat dulu. Minum obat tetap sesuai resep. Alhamdulillah tidak ada keluhan. Ketika jadwal kunjungan terakhir di RS saya bertemu mbak teman sekamar saya lagi akakak. Ternyata kunjungan kali itu adalah untuk lepas benang jahitan. Prosesnya cukup cepat dan dokter bilang hasilnya bagus (yakan hasil kerja blio sendokir). By the waaaaaaaaaay, mantul terima kasih Pak Dokter, perawat, petugas administrasi, ibu lab, mbak radiologi, ibu fotokopian, pak parkir, pak angkot dan pihak-pihak lain yang turut serta membantu perpisahan saya dan gigi bungsu kiri bawah ini. Luv yu ol.
5. #IWishIKnewThisEarlier
b. Meletakkan semua berkas di dalam map supaya lebih praktis.
c. Sarapan yang cukup sebelum berangkat operasi ke RS.
d. Tidak takut berlebihan, karena prosesnya tidak menyakitkan. Lebih sakit saat giginya masih ada dan berulah :)
February 23, 2023
mengunjungi yang telah pulang
February 13, 2023
Perempuan dan Pilihannya
January 28, 2023
Mengapa Sosok Keiko dalam Novel Gadis Minimarket (Convenience Store Woman) Karya Sayaka Murata Terasa Familiar?
oleh Sayaka Murata
Alih bahasa: Ninuk Sulistyawati
Editor: Karina Anjani
Editor Supervisi: Siska Yuanita
Ilustrasi cover: Orkha
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
160 halaman; 20cm
ISBN 9786020644394
ISBN Digital 9786020644400

























