July 16, 2020

Merayakan Sedih dengan Dangdutan

    Saya yakin 2020 bukan tahun biasa, bagi semua orang termasuk saya. Bahkan 2019 yang saya pikir telah jadi tahun paling jatuh bangun saja ternyata harus mengalah ke posisi kedua, setelah 2020 datang dengan efek yang luar biasa mengagetkan.
Awal tahun ini saya dihantam badai cukup keras (cie gitu) dan ternyata hal itu terus berlanjut ke bulan-bulan berikutnya. Hingga kenyataan bahwa lebaran tahun ini harus dihabiskan di tanah rantau yang yah emang gak jauh-jauh banget, masih sepulau ini, tapi tetap nylekit sedihnya.
    Sebagai warga twitter mentok yang tidak ada sehari pun dilewatkan tanpa membuka twitter saya sangat disiplin mengamati timeline, termasuk semua tren jokes receh dan video tik-toknya. Pada hari itu saya tidak sengaja memutar video mbak-mbak yang sedang menuang deterjen ke bak cuci dengan tangisan, diiringi backsound lagu yang sedih sekali, tbh i feel bad for her:( tapi saya ketawa juga:( maaf mbak, hope you're okay now. 
Lalu saya dengan segera mencari lagu itu di spotify, wah sedih maksimal. Seiring lagu berlalu, daftar putar beralih acak ke lagu rekomendasi yang lain, lama kelamaan saya baru sadar saya sudah beberapa menit mendengarkan lagu campursari, dangdut dan surprisingly genre yang dulu paling saya hindari DANGDUT KOPLO :)
    Setelah hari itu daftar putar spotify saya sudah tak lagi sama. Saya telah sepenuhnya menerima realita bahwa saya telah menjilat ludah sendiri, dengan menjadikan lagu-lagu dangdut koplo menjadi backsound sehari-hari. Lirik-lirik yang sederhana, ringan dan irama musik yang membangkitkan semangat, sekalipun nyatanya lagu itu ceritanya sedih maksimal. Lagu-lagu ini jauh lebih powerful untuk membangun mood bekerja yang lebih baik, jauh lebih baik dari quotes milik orang-orang terkenal.
    

Setelah menyusun daftar putar berisi lagu-lagu baru favorit saya, menangis bisa sambil menari, lompat-lompat, pegang remote seakan sedang menggenggam mic penyanyi papan atas, bahkan plank series yang selama ini diiringi mbak Taylor Swift, Sam Smith atau John Mayer kini sudah terganti dengan suara mbak Nella Kharisma, Via Vallen, Denny Caknan, ILUX dan alm. lord Didi.
Inilah tujuan menangis yang sebenar-benarnya, membebaskan pikiran dengan cara yang sehat HAHAHAHA!
    Berikut adalah lirik-lirik favorit yang akan saya ulang jika saya tidak sengaja melewatkannya (ok~ penting):
~Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo, mung dibutuhno pas atimu loro 
~Kowe tak sayang-sayang saiki malah ngilang, tresnamu karo aku kuwi mung kiasan. Kowe tak gadhang-gadhang, tegane gawe wirang. Anggonku labuh kowe, opo sih kurang?
~Tresnomu koyo telo, anane mung nyereti. (ini favorit banget sih soalnya lucu abis liriknya tapi kalo kedaleman suka langsung banjir sih ya matanya:))
~Ambruk cagakku nuruti angan-anganmu, sak kabehane wes tak turuti tapi malah mblenjani, budalo malah tak duduhi dalane, metu kono, belok kiri, lurus wae!
~Cidro janji tegane kowe ngapusi, nganti seprene suwene aku ngenteni. Nangis batinku nggrantes uripku, teles kebes netes eluh CENDOL DAWET :)
~Yen pancen tresno rasah kakean haluan, ra usah ragu mergo kahanan, prei kanan kiri, ucapne janji yen sido mantenan lan bakal bebrayan, ra sah menggak- menggok, jodohmu mesti tekan :))
~Yowes ben tak lakoni nganti sak kuat-kuate ati, pesenku mung siji, sing ngati-ati
~Nganti kapan abot iku ora mok dukung, mung dadi konco mesra mergo kependem cinta
    Dengan dangdut, saya menangisi patah hati dengan suasana yang gak sedih-sedih amat, alih-alih diam diatas meja, kedua tangan saya memilih bergerak dengan bebas mengikuti alunan gendang dan kicrikan yang saya dengar. Sebelum ini, kegiatan menangis hanya dilakukan dengan sangat monoton, membasahi bantal dan guling, memandangi cermin lama-lama sampai benci melihat diri sendiri. 
Kalau ibuk tahu mungkin ibuk akan tertawa sangat lepas, bagaimana tidak? anak perempuan satu-satunya yang selama ini protes saat dirinya menonton liga dangdut indosiar selama lebih dari 5 jam setiap hari, kini telah berubah menjadi pendengar garis keras lagu-lagu yang sering dibawakan di acara itu.
    Tidak seorangpun mengharap hal buruk singgah dalam hari-harinya, YAIYALAH. Tapi ketika hal itu terjadi, bahkan untuk sesuatu yang telah kita perhitungkan resikonya, tidak ada hal lain yang bisa dilakukan selain menerima dan menikmatinya. 
Telan saja pahitnya! Tidak ada kesedihan yang permanen itu juga jaminan bahwa kegembiraan bisa datang dari mana saja dan kapan saja. 
Hang in there, babe! you're doing great.

*diiringi tabuhan gendang*
Salam tatakgentakgeorge!,
a.

July 13, 2020

menangis

sebuah jurnal pengingat untuk anggi di masa depan, menangis itu tidak apa-apa, asal ibuk tidak tahu dan berdoalah Tuhan tidak memberitahu bapakmu.

    sekian banyak kegiatan yang bisa dilakukan, kenapa ya saya menjatuhkan pilihan untuk menangis? kadang saya bisa merasakan bahwa sudah lama tidak menangis membuat reaksi tubuh terhadap stress muncul kembali. tubuh saya bereaksi cukup buruk terhadap stress, dalam skala ringan rambut saya akan rontok lebih banyak dari biasa, dalam skala yang parah saya akan sakit perut dan bolak-balik wc lebih dari 5x. setelah menangis maka reaksi stress itu cukup mereda.
    saya cukup beruntung bisa mengenali reaksi stress dalam diri saya sendiri, karena sering kali saya mengabaikan perasaan saya sendiri. saya merasa baik-baik saja setelah melalui kejadian tidak menyenangkan, tapi saat menyisir rambut, helaian yang jatuh jauh lebih banyak, saya bisa tetap merespon obrolan dengan baik, tapi ketika itu pula saya harus bolak-balik ke wc. dengan reaksi tersebut, tubuh saya sedang memberi sinyal bahwa saya butuh waktu untuk menangis dan menata kembali folder-folder di kepala. mana folder yang harus direlease, tetap disimpan dan mana yang harus benar-benar dihapus.
    dalam folder tersimpan ada banyak hal yang masuk kategori "work in progress", sebagai pribadi yang sulit memaafkan kesalahan orang lain saya butuh waktu lama menyelesaikan suatu urusan yang tak menyenangkan. saya langsung menelan semua perasaan sedih dan kecewa, dalam etalase rasa cukup banyak toples pengalaman dengan berbagai rasa dan tingkatan yang berbeda, suatu saat ketika dibutuhkan, saya akan mengambil toples yang sesuai untuk menjadi pengingat atau bekal menjalani sesuatu yang baru.
kembali dalam kategori "work in progress", saya biasanya telah final memaafkan seseorang ketika telah mampu menertawakan kejadian itu dan menjadikannya konten kocak berupa meme atau cuitan yang tidak begitu penting. saya tidak pernah memaksa diri untuk memaafkan sesuatu, saya sadar betul batas kemampuan saya. 
    satu yang pasti, saya tidak akan pernah membalas, setelah melalui fase menyedihkan saya akan membawa pulang toples pengalaman dan ketika telah meninggalkan tempat itu maka daftar tempat terlarang dikunjungi dalam buku catatan saya akan bertambah. sikap saya terhadap subjek yang membuat fase menyedihkan itu terjadi akan berbeda-beda, namun hanya ada dua pilihan, diantara saya tetap berteman baik atau bersikap seolah-olah keberadaannya serupa partikel debu mikroskopis.
ya, bukan hal sulit untuk saya berlaku sedemikian kejam terhadap subjek yang sudah meruntuhkan tembok percaya diri yang saya bangun setiap hari.
setiap hal yang terjadi selalu berhubungan erat dengan tembok ini, kepercayaan diri saya adalah tembok paling kuat yang saya pertahankan, sekaligus tembok paling rentan dalam hubungannya dengan manusia lain.
berkali-kali saya menyalahkan diri sendiri ketika tembok ini runtuh, tapi hari ini saya adalah orang pertama yang akan kembali memperbaikinya saat ada barang sekepingpun yang jatuh darinya.
    memaafkan dan mempertahankan kepercayaan diri itu adalah dua hal yang harus saya jaga keseimbangannya. saya pernah dengan sangat gegabah memutuskan mengampuni kesalahan besar subjek yang begitu lekat dalam ruang ingatan, lalu pemaafan itu berujung pada ringkihnya tembok kepercayaan diri, saya begitu mudah menyalahkan diri sendiri dan merasa tidak pantas menerima kebahagiaan. menangis seolah jadi jalan pintas untuk meredakan konflik dalam ruang penyimpanan folder yang terlanjur berantakan, padahal saat itu menangis tidak meredakan apapun, lalu tubuh bereaksi dengan sangat jelas dan membuat saya semakin menyedihkan di depan cermin.
    hari ini, saya akan tetap menangis kapanpun saya butuh merelease folder tertentu. saya akan memaafkan ketika telah siap dan selesai merapikan foldernya, dan saya akan terus mempertahankan tembok kepercayaan diri dengan atau tanpa bantuan subjek manapun.
dulu saya pernah bertanya pada bapak yang pernah menulis kata berdikari di buku hariannya, bapak bilang berdikari itu artinya berdiri diatas kaki sendiri. saya merespon itu dengan mata berbinar dan menganggap kata itu hebat sekali jika bisa diterapkan dalam hidup sehari-hari, dan bapak pun mengamininya, siapapun itu, lelaki atau perempuan, ketika telah dewasa harus mampu berdikari. dalam artian yang sebenar-benarnya.
dalam hal ini, saya mencoba langkah kecil untuk berdikari atas segala penguasaan emosi dan pengendalian diri sendiri.

selamat terus belajar menjadi kebaikan dan orang baik, anggi.
selamat terus berusaha memaafkan dan mengambil pelajaran.
sebelum hidup kaya raya, mari hidup kaya rasa, hahaha~

July 03, 2020

menumbuhkan percaya



setelah melalui beberapa episode yang kurang menyenangkan, saya selalu berusaha keras menumbuhkan percaya. percaya bahwa kebaikan selalu ada, terhampar dimana-mana.
saya terus berusaha menumbuhkan percaya sambil terus bertanya-tanya:

"apakah saya layak menerima kebaikan?"

"bagaimana cara meletakkan percaya di tempat yang tepat?"

"bagaimana memaafkan?"

semua pertanyaan diatas tidak pernah benar-benar saya temukan jawabannya hingga kini.
saya pemalas yang menghindari resiko. tidak berusaha mencari jawabannya karena takut menerima kenyataan yang berlawanan dengan harapan.
kritik dari diri sendiri jauh lebih banyak daripada kritik yang saya terima dari orang lain.
selalu merasa jadi orang yang paling rapi menyimpan dendam, lalu memperlihatkan wajah yang biasa saja.

disisi lain, saya yang marah pernah berpikir:
"menangis berkali-kali bukan jaminan luka akan enggan menghampiri, ikut ambil bagian menyembuhkan sakit orang lain bukan jaminan kau takkan merasakan sakit yang sama, menjadi orang baik juga bukan jaminan kau akan diperlakukan dengan baik pula. lalu kenapa tidak berbuat semena-mena saja? daripada harus menjadi satu-satunya yang menanggung kecewa."

lalu yang muncul hanya kalimat sanggahan semacam ini: "kau akan dan selalu baik-baik saja. pilihlah pilihan-pilihan baik yang tak menyakiti orang lain. kau tetap berhak melindungi dirimu sendiri, meskipun harus melalui kesulitan. berusahalah menjadi baik."

bapak melarang saya berbuat hal-hal buruk, ibuk pun demikian. mereka selalu memberi pengertian ketika orang lain melakukan sesuatu yang tak kita kehendaki, itu bukanlah niat buruk mereka, anggap saja itu diluar kesengajaan.
bapak dan ibuk mungkin bisa dan terbiasa melakukannya.
tapi anak perempuannya tidak. beberapa hari ini saya baru sadar, saya bertindak jauh dari harapan mereka. saya mendendam, saya menuduh, saya menyeret semua orang merasa bersalah.
bapak dan ibuk membuat saya selalu percaya kebaikan ada bersama saya, mengiringi setiap langkah.
maka untuk kembali pada jalan yang sudah ditunjukkan bapak ibuk, saya harus kembali diam dan sedikit demi sedikit meluruhkan dendam. supaya tidak lagi menyebabkan luka untuk orang lain.

saya menangis sendirian, sedangkan saya tahu itulah hal yang paling dibenci bapak dan ibuk. 
tetap berdiri hingga hari ini bukan pilihan, saya terus melakukannya karena hati bapak dan ibuk tak pantas dihadiahi kecewa.
telinga saya sakit luar biasa menahan tangis menulis blog hari ini.
air mata tetap jatuh, harapan juga belum kembali utuh.

saya ingin menjadi kebaikan yang mengelilingi orang lain seraya kembali menumbuhkan percaya, dalam diam, dengan aman.

semoga dimampukan.

July 01, 2020

pesan ibuk.

"tidak apa-apa, jangan putus asa, tolong jangan patah hati, ya." pesan ibuk melalui sambungan telepon.

seperti biasa telingaku sakit menahan tangis menulisnya.
terasa dua kali lebih menyakitkan daripada saat mendengarnya langsung kemarin.