Awal tahun ini saya dihantam badai cukup keras (cie gitu) dan ternyata hal itu terus berlanjut ke bulan-bulan berikutnya. Hingga kenyataan bahwa lebaran tahun ini harus dihabiskan di tanah rantau yang yah emang gak jauh-jauh banget, masih sepulau ini, tapi tetap nylekit sedihnya.
Sebagai warga twitter mentok yang tidak ada sehari pun dilewatkan tanpa membuka twitter saya sangat disiplin mengamati timeline, termasuk semua tren jokes receh dan video tik-toknya. Pada hari itu saya tidak sengaja memutar video mbak-mbak yang sedang menuang deterjen ke bak cuci dengan tangisan, diiringi backsound lagu yang sedih sekali, tbh i feel bad for her:( tapi saya ketawa juga:( maaf mbak, hope you're okay now.
Lalu saya dengan segera mencari lagu itu di spotify, wah sedih maksimal. Seiring lagu berlalu, daftar putar beralih acak ke lagu rekomendasi yang lain, lama kelamaan saya baru sadar saya sudah beberapa menit mendengarkan lagu campursari, dangdut dan surprisingly genre yang dulu paling saya hindari DANGDUT KOPLO :)
Setelah hari itu daftar putar spotify saya sudah tak lagi sama. Saya telah sepenuhnya menerima realita bahwa saya telah menjilat ludah sendiri, dengan menjadikan lagu-lagu dangdut koplo menjadi backsound sehari-hari. Lirik-lirik yang sederhana, ringan dan irama musik yang membangkitkan semangat, sekalipun nyatanya lagu itu ceritanya sedih maksimal. Lagu-lagu ini jauh lebih powerful untuk membangun mood bekerja yang lebih baik, jauh lebih baik dari quotes milik orang-orang terkenal.
Setelah menyusun daftar putar berisi lagu-lagu baru favorit saya, menangis bisa sambil menari, lompat-lompat, pegang remote seakan sedang menggenggam mic penyanyi papan atas, bahkan plank series yang selama ini diiringi mbak Taylor Swift, Sam Smith atau John Mayer kini sudah terganti dengan suara mbak Nella Kharisma, Via Vallen, Denny Caknan, ILUX dan alm. lord Didi.
Inilah tujuan menangis yang sebenar-benarnya, membebaskan pikiran dengan cara yang sehat HAHAHAHA!
Berikut adalah lirik-lirik favorit yang akan saya ulang jika saya tidak sengaja melewatkannya (ok~ penting):
~Aku mundur alon-alon mergo sadar aku sopo, mung dibutuhno pas atimu loro
~Kowe tak sayang-sayang saiki malah ngilang, tresnamu karo aku kuwi mung kiasan. Kowe tak gadhang-gadhang, tegane gawe wirang. Anggonku labuh kowe, opo sih kurang?
~Tresnomu koyo telo, anane mung nyereti. (ini favorit banget sih soalnya lucu abis liriknya tapi kalo kedaleman suka langsung banjir sih ya matanya:))
~Ambruk cagakku nuruti angan-anganmu, sak kabehane wes tak turuti tapi malah mblenjani, budalo malah tak duduhi dalane, metu kono, belok kiri, lurus wae!
~Cidro janji tegane kowe ngapusi, nganti seprene suwene aku ngenteni. Nangis batinku nggrantes uripku, teles kebes netes eluh CENDOL DAWET :)
~Yen pancen tresno rasah kakean haluan, ra usah ragu mergo kahanan, prei kanan kiri, ucapne janji yen sido mantenan lan bakal bebrayan, ra sah menggak- menggok, jodohmu mesti tekan :))
~Yowes ben tak lakoni nganti sak kuat-kuate ati, pesenku mung siji, sing ngati-ati
~Nganti kapan abot iku ora mok dukung, mung dadi konco mesra mergo kependem cinta
Dengan dangdut, saya menangisi patah hati dengan suasana yang gak sedih-sedih amat, alih-alih diam diatas meja, kedua tangan saya memilih bergerak dengan bebas mengikuti alunan gendang dan kicrikan yang saya dengar. Sebelum ini, kegiatan menangis hanya dilakukan dengan sangat monoton, membasahi bantal dan guling, memandangi cermin lama-lama sampai benci melihat diri sendiri.
Kalau ibuk tahu mungkin ibuk akan tertawa sangat lepas, bagaimana tidak? anak perempuan satu-satunya yang selama ini protes saat dirinya menonton liga dangdut indosiar selama lebih dari 5 jam setiap hari, kini telah berubah menjadi pendengar garis keras lagu-lagu yang sering dibawakan di acara itu.
Tidak seorangpun mengharap hal buruk singgah dalam hari-harinya, YAIYALAH. Tapi ketika hal itu terjadi, bahkan untuk sesuatu yang telah kita perhitungkan resikonya, tidak ada hal lain yang bisa dilakukan selain menerima dan menikmatinya.
Telan saja pahitnya! Tidak ada kesedihan yang permanen itu juga jaminan bahwa kegembiraan bisa datang dari mana saja dan kapan saja.
Hang in there, babe! you're doing great.
*diiringi tabuhan gendang*
Salam tatakgentakgeorge!,
a.

