August 14, 2019

Agustus Telah Tiba.

Beberapa hari menjelang tanggal yang paling ingin ku hapus dari kalender.
Ingin menangis keras-keras dan membaca kembali semua tulisan tentang Bapak.



what if i told you: my dad's funeral is exactly on the day before my 16th birthday?



Apa kalian akan terus menangisi bulan dan hari itu di tahun-tahun selanjutnya?
Atau tetap tersenyum dan terlihat biasa saja?


Aku sesungguhnya benci melihat diri sendiri tidak berhenti menulis dan meluapkan kesedihan, terus menerus mengabarkan pada dunia seberapa besar rindu yang dirasakan, sesuatu yang tidak semua orang ingin membacanya.

Tapi aku juga tidak cukup pandai untuk tetap baik-baik saja menahan sesak & tidak menulis apapun.

Lalu hari ini aku meminta maaf kepada siapapun yang membaca tulisanku yg terlihat menyedihkan dan tidak terlalu penting melalui sebuah tweet yang juga tidak ditulis dengan kalimat yang terkesan serius.

Kadang aku hanya menulis untuk menumpahkan yang tidak lagi dapat dibendung dan bukan untuk dibaca orang lain apalagi mendapatkan feedback.

P.s.: banyak sekali kata tidak dalam tulisan ini, mungkin bisa menyiratkan betapa aku selalu tenggelam pada kubangan airmata bulan Agustus.
Atau tidak sama sekali? Entahlah.

Salam,
Anggi.

Maaf ya kembali membiru.
Semoga siapapun yang tak sengaja menemukan tulisan ini dan membacanya tidak ikut sedih hatinya, semoga kebaikan selalu mengelilingi kalian❤

No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.