July 19, 2019

Orang Tua dan Harapan

Bertemu dan bicara dengan orang-orang dari berbagai latar belakang berbeda (baik sosial, ekonomi dan pendidikan) selalu mengejutkan, kita seringkali mendapat banyak insight yang tidak didapat semata dengan bersekolah saja.

Waktu itu, ketika saya sedang mengendarai ojek, si Bapak membuka obrolan dengan menanyakan dimana saya sekolah, lalu berlanjut dengan beliau yang bercerita bahwa anaknya seusia saya dan juga sedang mengerjakan skripsi.
Bapak itu bercerita dengan semangat, bahwa pekerjaan barunya sebagai pengemudi ojek online bisa menghasilkan pendapatan lebih daripada pekerjaannya yang sebelumnya beliau jadi bisa mengirimi anaknya uang saku lebih di tanah rantau.
Bapak tersebut juga bercerita bahwa beliau tak sekalipun memilih-milih orderan yang masuk ke aplikasinya, beliau selalu mempertahankan performa baik agar ratingnya tidak turun.
Beliau berharap anaknya yang sebentar lagi lulus itu akan mendapat pekerjaan yang baik agar dapat menghidupi dirinya sendiri dengan layak.
"Saya sudah berusaha sangat keras untuk mengupayakan anak saya sekolah sampai perguruan tinggi itu biar apa mbak, ya cuma biar dia tidak bernasib seperti ayahnya", ujar beliau mengakhiri percakapan tentang keluarganya. (tentu saja cerita ini sudah dialih bahasakan ke bahasa indonesia ya, hahaha ngobrol sama pak ojek di Surabaya ya pake bahasa jawa lho)

Lalu hari ini, ART baru di rumah sepupu saya bercerita mengenai alasan mengapa beliau bekerja jauh dari rumah.
Beliau bercerita bahwa anaknya butuh biaya untuk terus sekolah, tidak bisa jika hanya mengandalkan pemasukan dari pekerjaan suaminya.
Beliau bercerita bahwa anaknya rajin dan suka menabung (akhirnya benar-benar bertemu seorang ibu yang mendeskripsikan anaknya dengan frasa ini! yay hahaha), bukan anak nakal dan amat penurut. Maka dari itu si ibu sungguh memperjuangkan pendidikan anaknya.
Beliau bilang nanti anaknya akan sekolah ke STM agar saat lulus bisa segera bekerja di bengkel milik saudaranya, dengan sekolah si ibu percaya bahwa anaknya kelak akan memiliki garis hidup lebih baik darinya.

Orang tua pada umumnya selalu mengharapkan hal-hal baik selalu meliputi anak-anaknya.
Dimulai dari nama yang diberikan, sudah barang tentu menyimpan makna dan harapan.
Orang tua selalu menaruh harapan baik dan optimis terhadap kehidupan anaknya di masa depan, sedangkan saya sendiri sebagai seorang anak lebih sering meragukan diri sendiri dan pesimis melihat kesempatan.
Orang tua yang selalu mengharapkan hal baik bagi anaknya itu, tidak berhenti dan sekadar berharap, mereka juga terus berusaha setiap hari, sepanjang masa mengupayakan jalan terbaik bagi anaknya menuju kehidupan di usia dewasa, karena mereka paham bahwa dirinya tak hidup selamanya untuk terus mendampingi anaknya (meminjam kalimat yang selalu diucapkan Bapak sebelum beliau pulang)

Saya tahu tulisan ini tidak akan bisa relate dengan anak-anak yang tumbuh tidak bersama orang tuanya, namun perkenankanlah saya untuk meminta maaf atas keterbatasan pengalaman, hal itu membuat saya tidak banyak mengerti dan bisa menulis tentangnya, meski saya tetap berusaha paham rasanya.
Intinya, di dunia yang rupa-rupa warnanya ini akan selalu ada harapan baik dari orang-orang yang menyayangi kalian, jadi jangan pernah menyerah, putus asa atau pesimis melihat masa depan! Semangat, ya!✨

xoxo,
anggi🌻

No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.