saya selalu berhadapan dengan ketidakmampuan mengelola konflik.
hari ini saya membenci kamu.
bukan atas apa yang kamu lakukan,
tapi karena saya yang membiarkan kamu mengacak-acak emosi saya.
saya tahu seharusnya satu-satunya yang patut saya benci adalah diri sendiri.
tapi biarlah saya membenci kamu.
sebab ini satu-satunya cara agar saya tak keliru.
membedakan maklum dan terlalu.
saya harus membakar habis dendam saya hari ini.
segera,
agar esok tidak ada lagi yang membenci kamu.
sebuah tulisan lama, diterbitkan karena mendadak jatuh cinta pada diksinya.
tidak istimewa, tapi saya senang pernah menulis dan mengakui kelemahan sendiri.
hari ini saya membenci kamu.
bukan atas apa yang kamu lakukan,
tapi karena saya yang membiarkan kamu mengacak-acak emosi saya.
saya tahu seharusnya satu-satunya yang patut saya benci adalah diri sendiri.
tapi biarlah saya membenci kamu.
sebab ini satu-satunya cara agar saya tak keliru.
membedakan maklum dan terlalu.
saya harus membakar habis dendam saya hari ini.
segera,
agar esok tidak ada lagi yang membenci kamu.
sebuah tulisan lama, diterbitkan karena mendadak jatuh cinta pada diksinya.
tidak istimewa, tapi saya senang pernah menulis dan mengakui kelemahan sendiri.
No comments:
Post a Comment
Note: only a member of this blog may post a comment.