October 29, 2016

Semuanya Bekerjasama (2)



 
Kamu tahu,
Aku bahkan tak merencanakan ini sebelumnya
Sama sekali bukan tujuanku
Tak ada pembicaraan mengenai siapa yang lebih dulu
Melangitkan bisik sampai terdengar riuh di kepala tapi lirih di telinga
Semua kebetulan itu seperti menamparku yang sengaja membatu
Didepanmu.
Kamu tahu,
Sudah banyak lembar yang sengaja ku robek
Supaya lupa rasa sakitnya
Sudah banyak kata yang terpaksa ku hapus
Meski terus tak hilang bekasnya
Kamu tahu,
Setiap tanggal berbaris rapi di pojok buku
Dan surat-suratku kini tahu kemana akan menuju
Pena itu mulai menulis kembali
Meski gemetar takut lembarannya dirobek lagi
Hari ini, maaf aku tak tahu yang keberapa
Yang jelas aku masih bahagia
disini
Aku enggan menghitung lagi
Sebab
Terakhir kali aku menghitung akhirnya dihentikan juga
Semoga tulisan itu bukan bagian yang akan ku robek lagi
Dan kamu,  semoga tak menjadi kata yang terdengar begitu asing.
Sampai entah kapan, suatu hari nanti.

xoxo,
Anggi

No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.