![]() |
| sebut saja Ikan |
Holla!!!
2015 uda nyampe bulan Februari , makin deket sama UN buat
yang kelas 3 hehe. Ngomong2 soal kelas 3 jadi inget setahun lalu juga kebawa
arus galau sibuk milih ptn dan jurusannya, ya meskipun sebenernya aku uda
mantep sama ptn dan jurusan ini sejak awal kelas 2 sma. Tapi teteplah rasa
minder sebagai siswa biasa aja di sekolah yang notabene non-rsbi itu ada.
Awalnya banyak banget yang ragu kenapa aku pilih ptn ini,
okelah ya nilai akademikku emang ga bagus2 banget, rata2 air nyaris tenggelam
lah haha. Tapi yaudahsih aku tetep kekeuh sama pilihanku sampe hari finalisasi
pendaftaran snmptn.
Meskipun pada akhirnya harus puas dengan terbuktinya omongan
mereka bahwa nilai yang segitu itu sulit nembus ptn tujuanku.
Dasarnya aku keras kepala ,masih tetep aja nekat daftar tes
tulis di ptn itu.
Dan diterima.
Alhamdulillah, Allah kasih kesempatan.
Terus sekarang aku sering baca status2 adek kelas yang pada
bingung nentuin pilihannya, dan sama kayak judul postingan ini, ikan.
Banyak yang menganalogikan pilih ptn dengan ikan, dari
jamanku, si ikan ini uda terkenal banget.
Jadi gini, entah siapa si empunya quote mastah
(re:master) ini : “Lebih baik jadi ikan
besar di kolam kecil daripada jadi ikan kecil di kolam besar/lautan”. Maksud
dari quote itu kurang lebihnya gini : Gapapa kamu sekolah di tempat yang bukan jadi impian
orang kebanyakan asal kamu berprestasi ,daripada kamu sekolah di tempat yang
jadi tujuan banyak orang (favorit) tapi tidak bisa mengukir prestasi yang
berarti.
Oke, quote itu emang gak salah. Bener banget malah. tapi aku
bukan salah satu dari sekian banyak pengikutnya ya.
Kenapa?
Karena menurutku
gak seharusnya ada analogi yang mengkotak-kotakkan kemampuan seseorang dengan
tempatnya menuntut ilmu.
Karena
sebaik apapun tempatnya menuntut ilmu kalo gak dibarengi sama semangat buat meng-upgrade kemampuannya ya
akan percuma.
Kalaupun
kamu ada di lautan dalam keadaan jadi ikan kecil, ya harus semangat dong,
pilihannya Cuma ada dua,tumbuh jadi ikan besar yang keren dan “berisi” atau
tetap jadi ikan kecil yang langka, ikan kecil yang banyak dicari dan berharga.
Pilihan yang sama-sama menguntungkan kan?.
Dan jika
pada akhirnya keadaan mengharuskan kamu untuk tiba di kolam kecil dalam kondisi
sebagai ikan besar maka yang harus dilakukan bukan bersantai ria kesana kemari
tapi juga harus upgrade kemampuan semaksimal mungkin.
Boleh jadi
di kolam itu kamu yang paling besar tapi di lautan sana? Kamu akan bertemu
banyak ikan yang lebih besar atau bahkan bertemu dengan si kecil yang lebih
banyak dicari ketimbang kamu.
Jadi, dimanapun kita belajar (kolam kecil atau lautan),
dalam kondisi apapun kita saat ini (ikan kecil atau ikan besar). Bukan jadi
penghalang untuk terus jadi lebih dan lebih baik lagi. Jangan terpaku pada
analogi dan stigma yang membuat kita berhenti berkembang.
Oiya sesuai ceritaku setahun lalu, tidak pernah ada larangan
bagi ikan kecil untuk bermimpi dan pergi ke lautan kok. Proses akan merubah si kecil jadi lebih baik,
mulai dari menyusuri sungai menuju laut, menemukan anemon tempat berlindung,
menyusun strategi pertahanan diri hingga
tumbuh tangguh.
Jadi sekarang udah gak jamannya ikan kecil di lautan atau
ikan besar di kolam kecil, ini 2015 vroh!! Jamannya jadi ikan tangguh yang
banyak dicari dimanapun dia berada.
Jangan biarkan lingkungan yang mempengaruhi kita
tapi jadikan diri kita kelak berpengaruh baik bagi lingkungan :D
Selama itu baik bagimu,
Selama kamu yakin dengan pilihanmu,
Selama masih berada di jalan Tuhanmu,
Dan selama orangtua memberi restu,
Takkan ada kata sulit menghampirimu.
xoxo,
Anggi
PS: Siapapun kalian yang baca tetaplah jadi manusia. Biarlah
analogi tetap jadi analogi, dan biarlah ikan memilih tempat tinggalnya sendiri
. Hahaha.

No comments:
Post a Comment
Note: only a member of this blog may post a comment.