February 03, 2015

Tentang Ikan


sebut saja Ikan

Holla!!!
2015 uda nyampe bulan Februari , makin deket sama UN buat yang kelas 3 hehe. Ngomong2 soal kelas 3 jadi inget setahun lalu juga kebawa arus galau sibuk milih ptn dan jurusannya, ya meskipun sebenernya aku uda mantep sama ptn dan jurusan ini sejak awal kelas 2 sma. Tapi teteplah rasa minder sebagai siswa biasa aja di sekolah yang notabene non-rsbi itu ada. 

Awalnya banyak banget yang ragu kenapa aku pilih ptn ini, okelah ya nilai akademikku emang ga bagus2 banget, rata2 air nyaris tenggelam lah haha. Tapi yaudahsih aku tetep kekeuh sama pilihanku sampe hari finalisasi pendaftaran snmptn.
Meskipun pada akhirnya harus puas dengan terbuktinya omongan mereka bahwa nilai yang segitu itu sulit nembus ptn tujuanku.
Dasarnya aku keras kepala ,masih tetep aja nekat daftar tes tulis di ptn itu.
Dan diterima.
Alhamdulillah, Allah kasih kesempatan.

Terus sekarang aku sering baca status2 adek kelas yang pada bingung nentuin pilihannya, dan sama kayak judul postingan ini, ikan.
Banyak yang menganalogikan pilih ptn dengan ikan, dari jamanku, si ikan ini uda terkenal banget.
Jadi gini, entah siapa si empunya quote mastah (re:master)  ini : “Lebih baik jadi ikan besar di kolam kecil daripada jadi ikan kecil di kolam besar/lautan”. Maksud dari quote itu kurang lebihnya gini : Gapapa  kamu sekolah di tempat yang bukan jadi impian orang kebanyakan asal kamu berprestasi ,daripada kamu sekolah di tempat yang jadi tujuan banyak orang (favorit) tapi tidak bisa mengukir prestasi yang berarti.

Oke, quote itu emang gak salah. Bener banget malah. tapi aku bukan salah satu dari sekian banyak pengikutnya ya.
Kenapa?
Karena menurutku gak seharusnya ada analogi yang mengkotak-kotakkan kemampuan seseorang dengan tempatnya menuntut ilmu.
Karena sebaik apapun tempatnya menuntut ilmu kalo gak dibarengi sama  semangat buat meng-upgrade kemampuannya ya akan percuma.
Kalaupun kamu ada di lautan dalam keadaan jadi ikan kecil, ya harus semangat dong, pilihannya Cuma ada dua,tumbuh jadi ikan besar yang keren dan “berisi” atau tetap jadi ikan kecil yang langka, ikan kecil yang banyak dicari dan berharga. Pilihan yang sama-sama menguntungkan kan?.
Dan jika pada akhirnya keadaan mengharuskan kamu untuk tiba di kolam kecil dalam kondisi sebagai ikan besar maka yang harus dilakukan bukan bersantai ria kesana kemari tapi juga harus upgrade kemampuan semaksimal mungkin.
Boleh jadi di kolam itu kamu yang paling besar tapi di lautan sana? Kamu akan bertemu banyak ikan yang lebih besar atau bahkan bertemu dengan si kecil yang lebih banyak dicari ketimbang kamu.
Jadi, dimanapun kita belajar (kolam kecil atau lautan), dalam kondisi apapun kita saat ini (ikan kecil atau ikan besar). Bukan jadi penghalang untuk terus jadi lebih dan lebih baik lagi. Jangan terpaku pada analogi dan stigma yang membuat kita berhenti berkembang.

Oiya sesuai ceritaku setahun lalu, tidak pernah ada larangan bagi ikan kecil untuk bermimpi dan pergi ke lautan kok.  Proses akan merubah si kecil jadi lebih baik, mulai dari menyusuri sungai menuju laut, menemukan anemon tempat berlindung, menyusun strategi pertahanan diri  hingga tumbuh tangguh.

Jadi sekarang udah gak jamannya ikan kecil di lautan atau ikan besar di kolam kecil, ini 2015 vroh!! Jamannya jadi ikan tangguh yang banyak dicari dimanapun dia berada.  
Jangan  biarkan lingkungan yang mempengaruhi kita tapi jadikan diri kita kelak berpengaruh baik bagi lingkungan :D

Selama itu baik bagimu,
Selama kamu yakin dengan pilihanmu,
Selama masih berada di jalan Tuhanmu,
Dan selama orangtua memberi restu,
Takkan ada kata sulit menghampirimu.

xoxo,
Anggi

PS: Siapapun kalian yang baca tetaplah jadi manusia. Biarlah analogi tetap jadi analogi, dan biarlah ikan memilih tempat tinggalnya sendiri . Hahaha.

No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.