Semua yang serba tiba-tiba
Ada jarak
Semakin jauh
Ada dinding pembatas
Diam
Menunggu kalimat memecah sepi
Tapi kenyataan berbanding terbalik dengan harapan
Kata datang sendiri
Cukup menjawab
Namun juga membuat pertanyaan baru
Apa 1.440 menit yang kamu miliki
Tak lagi sama?
Atau
Ceritaku yang kini semakin memuakkan?
Ceritaku
Atau
Aku?
Kamu tahu, 'kan?
Sampai di titik ini bukan hal yang mudah
Aku yang kembali berlari setelah terjatuh
Aku yang kembali merajut tawa setelah tangis
Kamu tahu, 'kan?
Mengulang pahit yang sama itu bukan pilihanku lagi
Kecuali jika kamu yang minta
Haruskah?
Ketika harus kembali diam
Setelah percakapan panjang
Ketika harus beku
Setelah nyala kembang api di kepalaku
Kamu tahu, 'kan?
Ada yang berubah
Ada jarak
Semakin jauh
Ada dinding pembatas
Diam
Menunggu kalimat memecah sepi
Tapi kenyataan berbanding terbalik dengan harapan
Kata datang sendiri
Cukup menjawab
Namun juga membuat pertanyaan baru
Apa 1.440 menit yang kamu miliki
Tak lagi sama?
Atau
Ceritaku yang kini semakin memuakkan?
Ceritaku
Atau
Aku?
Kamu tahu, 'kan?
Sampai di titik ini bukan hal yang mudah
Aku yang kembali berlari setelah terjatuh
Aku yang kembali merajut tawa setelah tangis
Kamu tahu, 'kan?
Mengulang pahit yang sama itu bukan pilihanku lagi
Kecuali jika kamu yang minta
Haruskah?
Ketika harus kembali diam
Setelah percakapan panjang
Ketika harus beku
Setelah nyala kembang api di kepalaku
Kamu tahu, 'kan?
Ada yang berubah
Sejujurnya,
Aku nyaris tak mampu membedakan
ada yang benar berubah
atau
hanya aku yang tak begitu mengenal
kamu
xoxo,
Anggi
No comments:
Post a Comment
Note: only a member of this blog may post a comment.