August 28, 2019

sebenarnya tulisan ini akan lebih baik jika tetap disimpan menjadi draft.

kepada,
diriku

mengapa terus berputar-putar mencari topik pembicaraan?
mengapa tetap berusaha keras mempertahankan percakapan?
tidak cukupkah kenyataan yang membentang jelas?
sepasang telapak tanganmu itu terlalu jauh untuk meraih bulan,
kalimatnya bersinar terlalu terang untuk bola matamu,
gagasannya terlalu dalam untuk diselami orang asing, sepertimu.

kembalilah,
cukupkan.

someone on the internet said: "the people who are meant to be in your life will always gravitate back towards you, no matter how far they wander."

meski itu sepasang hati asing yang tak saling bertaut sebelumnya.
that's it, i'm done.

August 22, 2019

22 Agustus 2019

Terima kasih kepada hati hati baik yang telah menyediakan energi untuk menyapa saya lebih dulu, hari ini.

Terima kasih untuk ketulusan kalian mengingat tanggal ini.

Maaf jika belum mampu menyediakan telinga untuk setiap cerita,
Maaf jika belum mampu menerbitkan meme baru untuk memantik tawa,
Maaf jika banyak kata dan tulisan yang menyakiti,

Tolong tetap sudi berteman dengan saya,
karena kalian adalah orang-orang baik yang mengelilingi saya, kebaikan yang saya minta pada Tuhan, ada dan tumbuh, salah satunya lewat kalian.

Salam,
Anggi❤

August 21, 2019

21 Agustus 2012

Sebuah judul yang tak perlu dijelaskan.
Kepada diriku, tolong dengan sangat
Ikhlaslah,
Ikhlaslah,
Ikhlaslah.

Salam,
Anak perempuan Bapak

August 14, 2019

Agustus Telah Tiba.

Beberapa hari menjelang tanggal yang paling ingin ku hapus dari kalender.
Ingin menangis keras-keras dan membaca kembali semua tulisan tentang Bapak.



what if i told you: my dad's funeral is exactly on the day before my 16th birthday?



Apa kalian akan terus menangisi bulan dan hari itu di tahun-tahun selanjutnya?
Atau tetap tersenyum dan terlihat biasa saja?


Aku sesungguhnya benci melihat diri sendiri tidak berhenti menulis dan meluapkan kesedihan, terus menerus mengabarkan pada dunia seberapa besar rindu yang dirasakan, sesuatu yang tidak semua orang ingin membacanya.

Tapi aku juga tidak cukup pandai untuk tetap baik-baik saja menahan sesak & tidak menulis apapun.

Lalu hari ini aku meminta maaf kepada siapapun yang membaca tulisanku yg terlihat menyedihkan dan tidak terlalu penting melalui sebuah tweet yang juga tidak ditulis dengan kalimat yang terkesan serius.

Kadang aku hanya menulis untuk menumpahkan yang tidak lagi dapat dibendung dan bukan untuk dibaca orang lain apalagi mendapatkan feedback.

P.s.: banyak sekali kata tidak dalam tulisan ini, mungkin bisa menyiratkan betapa aku selalu tenggelam pada kubangan airmata bulan Agustus.
Atau tidak sama sekali? Entahlah.

Salam,
Anggi.

Maaf ya kembali membiru.
Semoga siapapun yang tak sengaja menemukan tulisan ini dan membacanya tidak ikut sedih hatinya, semoga kebaikan selalu mengelilingi kalian❤