Halo! Kembali di serial #BagaimanaRasanya vol.8. Kali ini akan membahas tentang perjalanan naik pesawat (rispek traveler) Wah sungguh topik yang asing ya bagi blog dimana hampir mayoritas isinya adalah luapan perasaan dan jurnal melewati duka.
Naik pesawat adalah hal asing untuk saya, apalagi (most of the time) harus pergi sendirian. Di judul kali ini saya akan menceritakan pengalaman naik pesawat pertama kali dengan tujuan domestik di tahun 2019. Sebenarnya tulisan ini telah mengendap lama sekali di draft, sampai di tahun 2024 saya berhasil naik pesawat pertama kali dengan tujuan internasional. Lumayan, bisa jadi pengalaman sekaligus reminder kalau nanti ada kesempatan terbang lagi. Dengan catatan, seluruh perjalanan dengan pesawat kali ini adalah bebas visa. Jadi saya tidak bisa bahas soal itu karena belum ada pengalamannya hahaha.
Ini adalah tulisan yang diniatkan untuk menjadi lembar pertanggungjawaban kepada dunia maya yang telah banyak membantu saya. Semoga bermanfaat bagi siapapun yang mengandalkan google untuk membaca pengalaman orang lain sebelum melakukan sesuatu untuk pertama kalinya.
1. Beli tiket
Jangan lupa untuk memperhatikan detail penerbangan; yang akan menunjukkan berapa lama penerbangan berlangsung, akan ada transit atau tidak, kapasitas kabin dan bagasi, fasilitas entertainment, makanan dll.
Setelah memilih maskapai penerbangan dengan harga dan jam yg dikehendaki, lanjut mengisi identitas dan melakukan pembayaran. Tidak perlu tunggu waktu lama biasanya akan segera dapat email/sms/WA notifikasi status pembayaran. Jika status pembayaran telah dikonfirmasi berhasil, maka akan disusul terbitnya e-tiket.
Saya membeli tiket lewat aplikasi tiket(dot)com. Di tab "pesawat" kemudian mengetik bandara keberangkatan, bandara tujuan, tanggal berangkat, kelas kabin, dan jumlah penumpang. Setelah pilihan maskapai di hari & rute yang dikehendaki muncul, tinggal dipilih jam dan harga yang sesuai dengan preferensi. Oh ya, jika memesan tiket pesawat tujuan LN, butuh nomor paspor yang masih berlaku. Jadi pastikan urusan paspor sudah beres sebelum sampai ke urusan tiket pesawat.
2. Menyiapkan dokumen dan bawaan
Sebelumnya mari membahas tentang apa itu kabin dan bagasi, walau terdengar remeh namun dulu saya kebingungan membedakannya. Jadi kabin adalah bagian dalam pesawat, menyatu dengan bagian tempat duduk. Dapat kita lihat saat masuk ke dalam pesawat, umumnya berada diatas kepala saat kita duduk di kursi pesawat. Sedangkan bagasi adalah bagian khusus yang difungsikan untuk menyimpan barang bawaan penumpang, tidak bisa kita lihat saat sudah masuk kedalam pesawat. Maka, barang bawaan besar atau dengan berat melebihi kapasitas bawaan kabin harus dititipkan terlebih dahulu di counter check-in.
Cek ukuran koper, mana yang bisa dibawa masuk kedalam kabin pesawat atau harus berpisah sementara (masuk ke bagasi). Ukuran ini selain terkait dimensi koper, juga penting mengenai beratnya, cek maksimum berat bawaan untuk kabin dan bagasi. Biasanya sling bag, ransel dan koper ukuran kecil-medium bisa masuk kabin. Untuk koper ukuran medium-besar, kardus yg cukup besar dan berat akan masuk bagasi. Untuk bagasi ini akan dikenakan biaya tambahan jika melampaui maksimum yang tertera di detail penerbangan.
Cek barang apa saja yang tidak perlu atau tidak bisa dibawa ke dalam pesawat. Mengutip dari travel.kompas.com benda-benda yang dilarang dibawa masuk ke kabin pesawat antara lain; benda tajam, senjata api, alat-alat untuk seni bela diri dan keamanan diri, peralatan olahraga, peralatan tukang, bahan peledak dan bahan cair mudah terbakar, lilin jenis gel, dan utamanya untuk penerbangan dengan durasi waktu lama aturan mengenai jumlah/kapasitas cairan yg dapat dibawa akan lebih detail lg.
Selanjutnya untuk persiapan dokumen, seperti ketika naik kereta api, siapkan tiket dan kartu identitas yg dipakai membeli tiket. Siapkan paspor jika tujuan keberangkatan ke LN, juga cari tahu apakah perlu menginstal aplikasi tertentu atau mengisi data diri di web untuk melapor bahwa anda masuk ke negara tertentu. Misalnya, untuk masuk ke Singapura di tahun 2024, perlu install aplikasi myICA mobile dan mengisi SG Arrival Card maksimal 3 hari sebelum keberangkatan.
3. Menuju bandara
Siapkan waktu untuk datang ke bandara lebih awal, sebab kondisi jalan yang tidak terduga (di Indonesia) adalah sesuatu yang harus disiasati dengan cerdik HAHAHAHA. Cek ulang barang bawaan, pastikan tidak ada hal penting yang tertinggal. Juga, harap perhatikan terminal tujuan keberangkatan. Sebab jarak antar terminal di bandara besar kadang cukup jauh. Jika salah terminal, waktu tempuh sekaligus rasa paniknya bisa membuat persiapan kita lumayan terguncang.
4. Check in
Biasanya sudah dibuka 2 jam sebelum keberangkatan, tunjukkan tiket, kartu identitas dan barang bawaan yang akan diletakkan di bagasi (jika ada). Lalu akan mendapat boarding pass untuk discan di gate keberangkatan. Untuk barang bawaan bagasi akan memperoleh baggage tag dan baggage receipt (untuk klaim barang jika ada kehilangan/kerusakan).
5. Menuju gate keberangkatan
Gate keberangkatan bisa dilihat dalam boarding pass atau di meja check-in biasanya petugas menerangkan nomor gate keberangkatan, bisa juga langsung bertanya arahnya jika pertama kali mengunjungi bandara tsb. Bertanyalah dan para petugas akan membantu hehe. Ini salah satu alasan mengapa perlu meluangkan waktu cukup banyak sebelum jam boarding, karena bandara ini tempat henti dan berangkatnya pesawat. Tentu saja, luasnya berkali lipat terminal atau stasiun kereta api. Maka, jarak dari counter check-in ke gate butuh waktu tempuh yang lumayan dengan jalan kaki. Lebih baik tiba lebih awal daripada harus mendadak sprinter di bandara.
6. Menunggu keberangkatan
Jika sudah berada di dekat gate keberangkatan perhatikan pengumuman dari speaker atau petugas terkait. Kadang gate keberangkatan pesawat bisa berubah karena alasan yang saya juga tidak tahu. So, stay mindful~ Jika waktu boarding tiba, biasanya petugas akan membagi barisan sesuai dengan row tempat duduk supaya lebih efisien. Boarding pass discan dan akan diarahkan masuk ke garbarata (lorong jembatan penghubung dari ruang tunggu ke pesawat) atau harus naik shuttle bus ke pesawat. Tergantung posisi pesawat sedang parkir dimana hahaha.
7. Di dalam pesawat
Saat masuk pesawat akan disambut pramugara atau pramugari yang bertugas. Letakkan barang bawaan di "lemari" atas kursi sesuai posisi anda, atau pramugari akan mengatur letaknya sesuai dengan ketersediaan tempat. Tidak perlu khawatir jika barang dipindahkan oleh pramugari, Insyaallah akan tetap aman. Juga, jangan lupa mematikan ponsel atau mengalihkannya pada mode pesawat ya!
Pastikan selalu mendengar dan mengikuti instruksi pramugari yang bertugas, dan sekali lagi bertanyalah jika tidak mengerti. We always have that first time for everything and It's okay to act like 5yo on it! Di dalam penerbangan dengan durasi waktu cukup lama biasanya konsumsi akan termasuk dalam fasilitas tiket penerbangan, ada menu yang bisa dipilih sesuai preferensi. Oh ya, jika kita duduk di dekat pintu darurat pesawat, pramugara/i akan mendatangi kita untuk menjelaskan prosedur khusus yang harus dilakukan sebagai penumpang terdekat dengan pintu darurat.
8. Tiba di bandara tujuan
Sama seperti saat antre naik pesawat, ketika tiba di bandara tujuan dan akan keluar dari pesawat, pramugara/i akan memandu penumpang untuk jalan berurutan sesuai tempat duduk. Saat ini lah penumpang diperbolehkan kembali mengaktifkan telepon genggam.
Saya rasa, itulah yang dapat saya bagikan terkait persiapan perjalanan dengan pesawat, khususnya bagi newbie. Lebih baik mencari tahu banyak hal, daripada panik di jalan.
Saya ingat ketika pertama kali naik pesawat, rasa berdebar sungguh kencang di dada. Hal paling menyebalkan lainnya adalah seketika ingatan akan berita-berita tidak menyenangkan tentang moda transportasi ini lalu muncul di kepala. Astaga! banyak-banyak istighfar dan berpikir positif. Alihkan perhatian pada hal-hal lain yang menarik karena baru pertama dialami. Contohnya membaca buletin dan buku petunjuk keselamatan di kantong kursi depan. Lakukan apapun selain berpikir buruk!
Naik pesawat menawarkan pengalaman yang amat berbeda, jika duduk dekat jendela bisa melihat awan lebih dekat dan kota dibawah jadi mengecil sampai hanya terlihat kerlip lampunya saja. Dengan pengetahuan yang terbatas ini, kadang terpikir oh betapa mutakhir kemajuan zaman hingga mampu membawa manusia terbang~
Baiklah, terima kasih sudah membaca sampai disini. Semoga perjalanan anda dengan pesawat senantiasa aman dan menyenangkan! Sampai jumpa di #BagaimanaRasanya volume selanjutnya~
Salam,
A.