how much is too much?
September 16, 2019
September 12, 2019
bekal untuk masa depan dari teman-teman.
mendengar cerita tentang kehilangan keluarga.
mendengar cerita tentang kesedihan yang disimpan sendiri, menumpuk lama, memupuk getir, menumbuhkan dendam.
mendengar cerita tentang kehilangan harta benda dalam kondisi traumatis.
melihat rumah-rumah yang tidak nyaman ditinggali.
dalam rentang waktu berdekatan.
sungguh tidak semudah menulis catatan ini.
kepada hati-hati tulus yang berkenan membagi ceritanya, terima kasih.
terima kasih untuk tetap terlihat baik-baik saja meskipun sebenarnya tidak.
terima kasih untuk percaya pada dua telingaku.
terima kasih sudah menjadi halaman yang akan kembali dibuka kelak ketika merasa putus asa.
sebab kalian pernah dalam kondisi sulit dan berhasil melewatinya,
maka aku,
dan
kamu,
kita semua,
siapapun yang yang membaca catatan ini, juga akan berhasil melewatinya,
setiap duka,
setiap luka,
setiap kegagalan,
kita semua akan baik-baik saja.
meski dalam timeline media sosial selalu ada yang pesimis tentang hal itu.
kita semua akan baik-baik saja.
sebab, apapun rencana Tuhan, selalu lebih baik daripada rencana kita sendiri.
meskipun kadang sulit dimengerti dan diterima, pasti ada kebaikan yang menyertai.
kita tidak tahu telah diselamatkan dari berapa banyak keburukan ketika diberi duka dan luka.
tapi Sang Pemegang Waktu tahu itu, maka ikhlaskan.
dan
ikhlas adalah pelajaran seumur hidup, tidak ada waktu berhenti untuk ikhlas, selama kita masih bernafas.
ikhlaskan,
kita semua akan baik-baik saja.
karena Tuhan Maha Baik.
selamat kembali belajar,
bekerja,
berjalan,
mengejar,
merawat,
menyembuhkan.
selamat kembali menjadi baik-baik saja!
mendengar cerita tentang kesedihan yang disimpan sendiri, menumpuk lama, memupuk getir, menumbuhkan dendam.
mendengar cerita tentang kehilangan harta benda dalam kondisi traumatis.
melihat rumah-rumah yang tidak nyaman ditinggali.
dalam rentang waktu berdekatan.
sungguh tidak semudah menulis catatan ini.
kepada hati-hati tulus yang berkenan membagi ceritanya, terima kasih.
terima kasih untuk tetap terlihat baik-baik saja meskipun sebenarnya tidak.
terima kasih untuk percaya pada dua telingaku.
terima kasih sudah menjadi halaman yang akan kembali dibuka kelak ketika merasa putus asa.
sebab kalian pernah dalam kondisi sulit dan berhasil melewatinya,
maka aku,
dan
kamu,
kita semua,
siapapun yang yang membaca catatan ini, juga akan berhasil melewatinya,
setiap duka,
setiap luka,
setiap kegagalan,
kita semua akan baik-baik saja.
meski dalam timeline media sosial selalu ada yang pesimis tentang hal itu.
kita semua akan baik-baik saja.
sebab, apapun rencana Tuhan, selalu lebih baik daripada rencana kita sendiri.
meskipun kadang sulit dimengerti dan diterima, pasti ada kebaikan yang menyertai.
kita tidak tahu telah diselamatkan dari berapa banyak keburukan ketika diberi duka dan luka.
tapi Sang Pemegang Waktu tahu itu, maka ikhlaskan.
dan
ikhlas adalah pelajaran seumur hidup, tidak ada waktu berhenti untuk ikhlas, selama kita masih bernafas.
ikhlaskan,
kita semua akan baik-baik saja.
karena Tuhan Maha Baik.
selamat kembali belajar,
bekerja,
berjalan,
mengejar,
merawat,
menyembuhkan.
selamat kembali menjadi baik-baik saja!
September 09, 2019
September 07, 2019
2014-2015
merindukan suasana asrama.
sunyi tidak selalu menyenangkan.
namun berjalan sendirian itu jauh lebih menenangkan.
merindukan suasana asrama,
atau
merindukan tapak kaki yang lebih kuat dari hari ini?
merindukan suasana asrama,
atau
hanya ingin kembali beku?
selamat terus merawat luka.
semoga tetap tenang,
hatinya.
sunyi tidak selalu menyenangkan.
namun berjalan sendirian itu jauh lebih menenangkan.
merindukan suasana asrama,
atau
merindukan tapak kaki yang lebih kuat dari hari ini?
merindukan suasana asrama,
atau
hanya ingin kembali beku?
selamat terus merawat luka.
semoga tetap tenang,
hatinya.
Subscribe to:
Comments (Atom)