Halo, Adik kecil! Keponakan kesayangan nomor 1!
Terima kasih telah hadir di tengah keluarga kami.
Setiap hari selama kamu di dalam perut mama, aku dan ibukku selalu asyik membayangkan bagaimana parasmu, beradu pendapat apakah nanti kamu lebih mirip mama atau ayah.
Lalu hari ini, kami sangat bersyukur sebab Malahayati yang dinanti sungguh benar-benar menyenangkan hati!
Terima kasih telah memberi kesempatan untukku menjadi bulik yang akhirnya dipanggil tante, mengikuti tren pasar 2018.
Dulu, keras kepalaku tak ada bandingannya, di dalam rumah akulah yang paling batu.
Kini, sejak kamu berada di rumah yang sama denganku, kurasa sedikit cair isi di dalam kepalaku.
Mala,
Kalau nanti sudah bisa membaca tulisan ini, jangan tertawa ya.
Bisa jadi kalimat-kalimat ini teramat cheesy pada masa mu nanti.
Sejak hari kamu dilahirkan, merah muda adalah warna yang wajib kamu suka, karena mamamu penyuka warna itu.
Bersyukurlah, sebab kelak dewasa kamu tak harus sepertiku yang sibuk mencari perlindungan dibalik warna gelap.
Kamu punya tugas yang sama denganku dulu, mengingatkan ayahmu untuk sedikit demi sedikit mengurangi frekuensi merokok.
Dulu aku gagal, Mala.
Kuharap kamu tidak.
Jangan pernah berhenti menjadi sebab bagi senyum orang-orang di sekitarmu ya!
Ingatlah selalu, kami menyayangimu sejak hari pertama kamu di perut mama hingga kelak yang tak terbatas.
Oh ya! Jangan khawatir untuk tidak mengenal bapakku hanya karena ia tidak disini.
Aku sudah punya catatan tentang lelaki berhati emas itu.
Mala,
Apapun cita-cita dan harapanmu nanti, semoga semesta mengamini.
Terima kasih telah hadir di tengah keluarga kami.
Setiap hari selama kamu di dalam perut mama, aku dan ibukku selalu asyik membayangkan bagaimana parasmu, beradu pendapat apakah nanti kamu lebih mirip mama atau ayah.
Lalu hari ini, kami sangat bersyukur sebab Malahayati yang dinanti sungguh benar-benar menyenangkan hati!
Terima kasih telah memberi kesempatan untukku menjadi bulik yang akhirnya dipanggil tante, mengikuti tren pasar 2018.
Dulu, keras kepalaku tak ada bandingannya, di dalam rumah akulah yang paling batu.
Kini, sejak kamu berada di rumah yang sama denganku, kurasa sedikit cair isi di dalam kepalaku.
Mala,
Kalau nanti sudah bisa membaca tulisan ini, jangan tertawa ya.
Bisa jadi kalimat-kalimat ini teramat cheesy pada masa mu nanti.
Sejak hari kamu dilahirkan, merah muda adalah warna yang wajib kamu suka, karena mamamu penyuka warna itu.
Bersyukurlah, sebab kelak dewasa kamu tak harus sepertiku yang sibuk mencari perlindungan dibalik warna gelap.
Kamu punya tugas yang sama denganku dulu, mengingatkan ayahmu untuk sedikit demi sedikit mengurangi frekuensi merokok.
Dulu aku gagal, Mala.
Kuharap kamu tidak.
Jangan pernah berhenti menjadi sebab bagi senyum orang-orang di sekitarmu ya!
Ingatlah selalu, kami menyayangimu sejak hari pertama kamu di perut mama hingga kelak yang tak terbatas.
Oh ya! Jangan khawatir untuk tidak mengenal bapakku hanya karena ia tidak disini.
Aku sudah punya catatan tentang lelaki berhati emas itu.
Mala,
Apapun cita-cita dan harapanmu nanti, semoga semesta mengamini.
Dari tante yang juga berpipi bulat,
Intan Anggi Melati